top of page

Openship Kapal Serang Amfibi Dixmude Milik AL Prancis

  • Jun 7, 2015
  • 2 min read

1024px-BPC_Dixmude.jpg

Kapal serang amfibi Dixmude (kelas Mistral)

milik AL Prancis

Sabtu pagi (6/6/2015) rombongan kami yang terdiri dari kawan-kawan lama beserta istri, anak atau kerabatnya berkumpul di JICT Terminal 2 Tanjung Priok. Satu tujuan: ingin melihat 'daleman' salah satu alutsista milik AL Prancis yang sedang sandar di Jakarta.

DSC_3327.JPG

DSC_3322.JPG

Dixmude dan Aconit (fregat kelas Lafayette)

Yang berkunjung ke Jakarta kali ini adalah sebuah kapal serang amfibi kelas Mistral yang dinamai Dixmude bernomor lambung L9015. Ia ditemani oleh sebuah fregat ringan kelas Lafayatte, berteknologi stealth, bernama Aconit, yang sayangnya seperti halnya kapal tempur lain yang berkunjung ke negara lain tidak dibuka untuk umum. Alasannya mudah ditebak: kerahasiaan.

DSC_3336.JPG

Dixmude yang masuk kategori kapal serang amfibi, juga dikenal sebagai pengangkut helikopter. Ia sanggup membopong 16 heli yang bisa disimpan di dek atas maupun bawah (dibantu elevator) dengan 4 titik pendaratan. Mampu membawa 70 kendaraan termasuk belasan tank berat, atau 40 tank, 2 hovercraft ukuran medium dan 450 personel. Dixmude juga bisa difungsikan sebagai rumah sakit apung dengan 69 tempat tidur dan memiliki ruang operasi sendiri.

DSC_3337.JPG

AL Prancis memiliki 3 buah kapal kelas Mistral yakni Mistral, Tonnere dan Dixmude sendiri. Yang menarik, sejak 2009 Rusia telah melirik dan berniat membeli kapal amfibi kelas Mistral ini (kemudian ditunda oleh Presiden Francois Hollande menyusul gejolak politik antara Rusia dan Ukraina.

DSC_3367.JPG

Ramai-ramai di dek landas heli Dixmude

DSC_3339.JPG

Landing dock Dixmude

Rusia yang biasanya percaya diri dengan industri pertahanannya ternyata malah membeli dari sebuah negeri Barat yang dulunya merupakan pesaingnya. Tentu ada alasannya. Minat besar Rusia terhadap kapal amfibi kelas Mistral seperti Dixmude ini menyiratkan perubahan pemikiran strategis Rusia. Pasifik di mata Rusia, dan dunia global, telah menjadi medan strategis untuk kepentingan nasionalnya. Gejolak di kawasan Mediterania, termasuk soal aneksasi Crimea, dan Timur Tengah menuntut kuatnya basis AL Rusia di Vladivostok dan Sevastopol. Selain itu juga mengisyaratkan ketidakpercayaan diri industri perkapalan Rusia.

DSC_3352.JPG

Ruang perawatan dengan 69 tempat tidur dan ruang operasi

Bagaimanapun, openship Dixmude untuk umum ini tentu sangat menarik untuk sebagian besar anggota rombongan yang jarang melihat kapal perang dari dekat. Ibarat kunjungan wisata, mereka bisa dipandu oleh seorang tentara wanita yang ramah dan beberapa pelaut pria AL Prancis berkeliling ke dok tempat keluarnya kendaraan, tank atau hovercraft, ke ruang rumah sakit, dek tempat landing helikopter, ruang navigasi dan ruang kendali nahkoda. Yang mengasyikkan, pengunjung yang sebagian di antaranya anak-anak pun bisa berselfie ria hampir di semua bagian ruang kapal, kecuali ruang kendali.

IMG_20150606_104056.jpg

Ruang kendali Dixmude menatap ke depan

Yang tak kalah menarik adalah kru kapal Dixmude sendiri. Untuk ukuran tentara, mereka tergolong ramah sekali. Sejak di pintu masuk, seorang Prancis keturunan Afrika sudah menyambut. Sewaktu kami pulang, dia bilang "thank you, assalamualaikum...", dia mencoba menunjukkan keramahannya. Sedangkan petugas yang mengantar kami berkeliling, juga terlibat tanya jawab dengan anggota rombongan. Kadang, karena pengunjung kebanyakan orang yang awam dengan dunia kapal perang, jadi bertanya A sampai Z. Kadang hal yang penting, dan kadang pula malah bikin tertawa. Ya itulah, sebuah kunjungan awam ke kapal perang. Malah justru mengasyikkan.

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

JULIUS SUMANT

Twitter & IG:

@juliussumant

  • LinkedIn Classic
  • Twitter App Icon
  • Google+ Social Icon
  • Facebook App Icon
  • b821d889-4d99-42dc-b711-0f93c63e192a.png
bottom of page